PEMBANGUNAN KESEHATAN HARUS JALAN TERUS APAPUN TANTANGANNYA


Pembangunan kesehatan harus terus berjalan,apapun tantangannya sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat. Berbagai upaya terobosan telah dilakukan yaitu penetapan Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit, Riset Kesehatan Dasar, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), pendidikan dokter spesialis berbasis kompetensi, obat untuk rakyat murah dan berkualitas (obat serba seribu) , apotek rakyat, labelisasi obat, Desa Siaga, Pos K es ehatan Pesant ren (Poskestren), Pemuda Siaga Peduli Bencana (Dasipena) dan lain-lain. Semua terobosan tersebut perlu terus dikembangkan . B anyak Pemerintah Daerah yang telah melakukan inovasi dalam melaksanakan pembangunan kesehatan yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

“Saya menyadari bahwa pembangunan kesehatan tidak akan berhasil dengan baik, tanpa adanya peran aktif dari semua pemangku kepentingan ( stakeholder ). Untuk itulah saya mengharapkan dukungan, partisipasi aktif dan kontribusi positif secara terus menerus dalam melaksanakan inovasi kesehatan”.

Hal itu disampaikan Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K) ketika membuka Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2009 di Surabaya, hari ini. Rakerkesnas dihadiri 1800 peserta berasal dari Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR-RI, Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia, Pejabat Eselon I dan II Depkes, Pejabat Lintas Sektor, Pimpinan LSM dan Organisasi Profesi Bidang Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta Direktur RS Vertikal, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Menurut Menkes, sasaran pembangunan kesehatan tahun 2009 yang ditetapkan pada tahun 2004 sudah dapat dicapai, bahkan ada pencapaian yang sudah melampaui sasaran. “Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua jajaran kesehatan di daerah dan di pusat serta semua pihak terkait lainnya, yang telah berpartisipasi secara aktif dan berkontribusi positif dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan ” , ujar Menkes.

Pada kesempatan itu Menkes juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Kolegium Kedokteran, yang telah menyelesaikan Modul Pendidikan Dokter Spesialis B erbasis K ompetensi dan kepada jajaran Depdiknas dan Dekan Fakultas Kedokteran yang telah menerima dan menggunakan modul tersebut . Juga ucapan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas kerjasamanya dalam pembangunan Pusat Pelayanan Jantung Terpadu di RS Sutomo, kata Menkes.

Menurut Menkes, pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang cukup besar dan klasik seperti kemiskinan, status pendidikan masyarakat yang rendah, keadaan dan kemampuan antar daerah yang sangat berbeda. Hal ini masih diperberat dengan luasnya wilayah Indonesia, beban ganda penyakit menular dan penyakit tidak menular yang belum dapat diatasi hingga tuntas, tetapi sudah muncul permasalahan dan tantangan baru.

Tantangan baru yang dimaksud Menkes, diantaranya p erubahan iklim yang bukan saja mengakibatkan berbagai bencana tetapi juga mengubah pola penyakit dan penyebarannya . Masalah lain adalah munculnya kembali penyakit lama yang sudah jarang atau tidak ditemukan lagi misalnya; penyakit rabies di Bali, kusta dan penyakit lainnya. Selain itu juga adanya berbagai penyakit baru, diantaranya flu burung.

Krisis finansial global juga berpengaruh pada pembiayaan kesehatan, terutama dalam penyediaan obat. “Mengingat lebih 90% bahan baku obat diimport dari luar negeri, Pemerintah akan memberikan subsidi bahan baku obat, untuk menjamin keterjangkauan, ketersediaan dan stabilitas harga obat terutama untuk masyarakat miskin. Di samping itu, agar obat luar negeri membawa keuntungan pada bangsa Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan mengenai registrasi obat asing. Diharapkan dengan kebijakan ini para produsen obat asing mau menanam modal di Indonesia, sehingga membuka lowongan kerja bagi rakyat Indonesia,” papar Menkes.

Berkaitan dengan pesta demokrasi, penyelenggaraan pemilu legislatif 9 April 2009, Menkes mengharapkan semua yang berkecimpung dalam pembangunan kesehatan terutama Pegawai Negeri Sipil harus mampu tetap menjaga netralitas. Biarkan proses Pemilu berjalan lancar, tegas Menkes.

Di akhir sambutannya, Menkes menyatakan bahwa kebijakan pembangunan kesehatan yang dilaksanakan dalam tahun 2009 lebih diarahkan untuk :

  1. Meningkatkan pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan melalui peningkatan jumlah, jaringan dan kualitas puskesmas; dan pengembangan jaminan kesehatan bagi penduduk miskin dengan melanjutkan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas dan kelas III rumah sakit;
  2. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas dan pemerataan fasilitas kesehatan dasar; dan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga kesehatan;
  3. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui peningkatan sosialisasi kesehatan lingkungan dan pola hidup sehat dan peningkatan pendidikan kesehatan pada masyarakat sejak usia dini.

Perhatian khusus diberikan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin, penanggulangan KLB/krisis kesehatan akibat bencana serta pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, pulau-pulau terluar dan pulau-pulau terdepan, papar Menkes.

Menkes mengharapkan semuanya dapat bekerja secara sinergis, saling bahu-membahu dan bekerjasama dengan semangat kemitraan mencapai sasaran pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab segenap potensi bangsa (Pemerintah, Masyarakat dan Swasta). Oleh karenanya pada kesempatan yang baik ini, saya berharap semua pihak di lingkungan pemerintahan secara lintas sektor, legislatif, organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi, dan badan-badan internasional di bidang kesehatan, untuk bersama, memikirkan dan melaksanakan semua kegiatan Pembangunan Kesehatan demi mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

Tema Rakerkesnas 2009 ini adalah “Kemitraan dalam Pencapaian RPJM-N Tahun 2004-2009 menuju RPJM-N 2010-2014”. Tema ini sangat relevan, karena disadari bahwa dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus melibatkan segenap komponen dan potensi bangsa, dari pusat hingga daerah, baik pemerintah maupun masyarakat, termasuk swasta.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id

Satu Tanggapan to “PEMBANGUNAN KESEHATAN HARUS JALAN TERUS APAPUN TANTANGANNYA”

  1. Pardjono Kromoredjo Says:

    Kembalilah ke program-program pro rakyat yakni:
    1. Promotif
    2. Preventif
    Kemenkes s/d saat ini lebih condong kuratif yang tdk pernah akan memperbaiki derajat kesehatan masyarakat. Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah penyakit menular terus berlangsung dimana-mana itu menunjukkan tidak berorientasi Public Health. Banyak program kesehatan di kabupaten/kota tidak berkesinambungan alias hit and run. Program tahun ini tidak diteruskan ke tahun depan. Para pejabat kesehatan di daerah hanya berebut proyek berapa besar anggarannya, tapi banyak fiktif pertamggung jawabannya tidak terlaksana dengan baik dan hasilnya…..selesai gitu aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: