HADIAH SATU MILYAR RUPIAH BAGI PEMDA/PEMKOT YANG BERHASIL KEMBANGKAN 100 PERSEN DESA SIAGA


depkes22Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K), hari ini (18/12) di Jakarta menyerahkan piagam dan dana operasional sebesar satu milyar rupiah kepada pemerintah kabupaten/kota yang berhasil mengembangkan 100 % desanya menjadi Desa Siaga. Piagam diserahkan langsung Menkes kepada Bupati Ogan Komering Ulu Timur (Sumsel), Walikota Palu (Sulteng), Walikota Dumai (Riau), Bupati Banyuasin (Sumsel), Walikota Metro (Lampung), Bupati Bulungan (Kaltim), Bupati Hulu Sungai Selatan (Kalsel), Bupati Minahasa Tenggara (Sulut) dan Bupati Sumbawa Barat (NTB).
Penghargaan diberikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 44 tanggal 12 November 2008 dengan tema “Rakyat Sehat, Kualitas Bangsa Meningkat”. Selain penyerahan penghargaan, pada puncak peringatan HKN tanggal 19 Desember di Arena Pekan Raya Jakarta akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan pada tanggal 20 Desember acara peringatan dimeriahkan dengan senam bersama karyawan dan masyarakat umum dilanjutkan pameran pembangunan kesehatan di Istora Senayan Jakarta.
Menurut Menkes, Pemkab/Pemkot tersebut dinilai berhasil mengembangkan seluruh desa di kabupaten yang dipimpinnya menyadi Desa Siaga. Desa Siaga adalah Desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan (bencana dan kegawatdaruratan kesehatan ) secara mandiri. Desa dikatakan Desa Siaga, minimal memiliki satu Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang ditangani satu bidan dan dua kader.
“Ketika menyerahkan penghargaan Manggala dan Ksatria Bakti Husada pada peringatan HKN ke-33 tahun lalu, saya sampaikan Bupati/Walikota di luar P. Jawa yang berhasil mengembangkan seluruh desanya menjadi Desa Siaga, akan saya berikan dana operasional satu milyar rupiah”, ujar Menkes.
Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menyerahkan 12 Piagam dan 8 Trophy Manggala Karya Bakti Husada, serta 12 Piagam dan 7 Lencana Ksatria Bakti Husada kepada sejumlah institusi dan perorangan yang berjasa dalam pembangunan bidang kesehatan. Piagam Manggala Karya Bakti Husada (MKBH) Kartika diberikan kepada Prov. D.I., Yogyakarta, Prov. Bali, Kota Metro, Lampung, Kab. Sleman Yogyakarta, dan Kota Bandung Jabar. Sedangkan Prov. Jawa Tengah, Kota Yogyakarta, Kota Balikpapan Kaltim, Nation Petroleom ( peranan yang besar dalam program Save Papua) PT Sumber Alkfaria Trijaya (pemasaran dan sosialisasi obat serba seribu), Kab. Rejang Lebong,dan Tim Penggerak PKK Kota Yogyakarta (pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan Posyandu) memperoleh penghargaan MKBH Arutala.
Sedangkan Piagam dan Lencana Ksatria Bakti Husada Arutala diserahkan kepada KH. M. Zainul Majdi, MA (Gubernur Provinsi NTB), Web Warouw (Jurnalis Sinar Harapan), Ny. Ratih Siswono Yudohusodo (Ketua Umum Perkumpulan PemberantasanTuberkulosis Indonesia), Prof. Padmo Santjoyo, Sp.BS, dan Prof. Syamsurizal Zauzi, Sp.PD, Drs. H. Rudy Arifin, MM (Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan), Subardi, S.Pd (Walikota Cirebon), H. Mokh. Muslikh Abdussyukur, SH (Walikota Sukabumi), dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS (Dekan Universitas Pelita Harapan), dr. Tjondro Indarto (Penanggung Jawab BKTIA), Kim Woo Jae (Ketua Yayasan Mu Gung Hwa, peranannya membantu pelayanan jantung kepada 41 orang dan donatur tetap RS Kusta), dr. Demus Kogoya (Tenaga Kesehatan Teladan 2008 di daerah terpencil Papua).
Menkes juga memberikan piagam penghargaan kepada pemenang Kompetisi Jurnalistik yaitu pemenang pertama Wahyu Muryadi, Majalah Tempo dengan judul tulisan “Panas-Dingin Virus Namru”. Pemenang kedua, Yuliadi, Majalah Forum dengan judul tulisan “Bu Siti Melawan Amerika”. Dan pemenang ketiga, Amelia M Tagori, Harian Suara Pembaruan dengan judul tulisan “Dana Askeskin Dikirim Langsung ke Rumah Sakit”. Selain memperoleh piagam mereka juga memperoleh hadiah uang masing-masing sebesar enam juta lima ratus ribu rupiah, lima juta lima ratus ribu rupiah dan empat juta rupiah.
Piagam penghargaan pemenang lomba poster Obat Generik diberikan kepada Nurul Arifin, Puskesmas Karang Ketug Pasuruan Jawa Timur, dan Herlinda Herawati.
Menkes juga memberikan tanda penghargaan berupa piagam kepada Widyaiswara yang berprestasi yaitu Drs. Baderel Munir, MA, Dr. T. Rabitta Cherysse, MPH, dan Zainal Abidin, M.Sc. Sedangkan Dosen Politeknik Kesehatan berprestasi tingkat nasional tahun 2008, adalah Yohanes Kristianto, GrandDipFoodSci, MFT, Waryana, SKM, M.Kes, dan Santa Manurung, SKM, M.Kep.
Selain itu, tanda penghargaan juga diberikan kepada Peneliti Teladan pada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tahun 2008 yaitu Dr. Emilia Tjitra, M.Sc, Ph.D, Peneliti Utama pada Puslitbang Biomedis dan Farmasi Jakarta. Komari, M.Sc, Ph.D, Peneliti Utama pada Puslitbang Gizi dan Makanan Bogor. Dwi Hapsari Tjandrarini, SKM, M.Kes, Peneliti Muda pada Puslitbang Ekologi dan Status Kesehatan Jakarta.
Penghargaan ucapan terima kasih diberikan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan kinerja paling baik yaitu Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, RSUP Hasan Sadikin Bandung, Poli Teknik Kesehatan Semarang, Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan Surabaya, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan Mataram.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 52907416-9, 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: