Depkes Tetapkan 129 Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Nasional


Departemen Kesehatan tetapkan 129 tenaga kesehatan (Nakes) Teladan dari 33 provinsi sebagai Nakes Teladan Tingkat Nasional. Sebagai penghargaan atas prestasinya memajukan pembangunan kesehatan di daerahnya, Departemen Kesehatan memberikan penghargaan berupa Piagam Penghargaan Menteri Kesehatan, 1unit Sepeda Motor dan 1set Laptop beserta printernya. Pemberian hadiah juga dimaksudkan untuk menunjang kelancaran operasional Puskesmas.

Hal itu disampaikan dr. Bambang Sardjono, MPH, Direktur Bina Kesehatan Komunitas yang juga Ketua Panita Pemberian Penghargaan Nakes Teladan Puskesmas Tingkat Nasional Tahun 2008, di Jakarta tanggal 15 Agustus 2008.

Menurut Bambang Sardjono, penghargaan kepada para Nakes Teladan diberikan untuk memacu motivasi mereka, sehingga di Puskesmas mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ditambahkan, pemilihan Nakes Teladan Tingkat Nasional ini dilaksanakan untuk yang ke-4 kalinya setelah Era reformasi. Sebelum reformasi, Pemilihan Teladan pernah diadakan dan terhenti semenjak terjadi krisis moneter tahun 1998 . Dan baru diadakan lagi sejak tahun 2005 sampai sekarang, ujarnya.

Bambang Sardjono menambahkan, selain memperoleh penghargaan dan hadiah dari Menteri Kesehatan, mereka juga diundang ke Jakarta untuk mengikuti berbagai upacara kenegaraan dalam rang Peringatan Hari Prokalmasi Kemerdekaan Indonesia. Tanggal 15 Agustus menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden di Gedung DPR/MPR dilanjutkan dialog dengan Pimpinan DPR-RI. Pada sore harinya akan disambut sekaligus pengarahan dari para Eselon I Depkes. Tanggal 16 Agustus memperoleh pencerahan dari pakar pendidikan Prof. DR. H. Arief Rachman, M.Pd, kemudian pada siang harinya akan diadakan ramah tamah sekaligus pemberian penghargaan oleh Menkes RI. Pada malam harinya, mereka akan mengikuti renungan suci di TMK Kalibata. Pada tanggal 17 Agustus mengikuti upacara peringatan detik-detik proklamasi Hari Kemerdekaan 17 Agustus bersama Presiden RI di Istana Negara.

Para Nakes Teladan Tingkat Nasional terdiri dari 27 dokter umum, 6 dokter gigi, 23 bidan, 10 perawat, 28 nutrisionis, dan 35 tenaga kesehatan masyarakat. Mereka berasal dari 33 provinsi, dimana setiap propinsi mengirimkan 4 Nakes Puskesmas Teladan masing-masing 1 orang dengan kategori tenaga medis (dokter umum /dokter gigi), tenaga keperawatan (bidan/ perawat), tenaga pengelola gizi (ahli gizi/nutrisionis) dan tenaga kesehatan masyarakat/sanitarian termasuk penyuluh dan asisten apoteker. Khusus untuk Provinsi Kepulauan Riau hanya mengirimkan 3 Nakes Teladan yaitu dokter, bidan dan asisten apoteker sementara Provinsi NTB hanya mengirimkan 2 Nakes Teladan yaitu dokter dan bidan.

Pemilihan Nakes Teladan Puskesmas dilakukan oleh Tim Penilai secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota sampai tingkat propinsi. Tim Penilai di tingkat Kab./Kota ditetapkan oleh Bupati/Walikota dengan Ketua adalah pejabat yang ditunjuk oleh Bupati/Walikota, unsur Dinkes Kab/Kota sebagai sekretaris dan sebagai anggota adalah pejabat lintas sektor, dan unsur organisasi profesi terkait. Di tingkat Provinsi, Tim Penilai ditetapkan oleh Gubernur dengan Ketua adalah pejabat yang ditunjuk oleh gubernur, Kepala Dinas Kesehatan sebagai sekretaris dan pejabat di lingkungan Dinkes, pejabat lintas sektor dan organisasi profesi terkait sebagai anggota.

Tim Penilai Kab./Kota menilai dan memilih Nakes Teladan Puskesmas berdasarkan pedoman yang telah ditetapkan. Selanjutnya mengajukan nama calon Nakes Teladan Puskesmas kepada Bupati/Walikota untuk ditetapkan sebagai Nakes Teladan Puskesmas Tingkat Kab./ Kota dan diusulkan ke Panitia Pemilihan Tingkat Provinsi. Sedangkan Tim Penilai Tingkat Provinsi bertugas menilai dan memilih Nakes Teladan Tingkat Provinsi untuk selanjutnya mengajukan nama calon Nakes Teladan Puskesmas kepada Gubernur untuk ditetapkan sebagai Nakes Teladan Puskesmas Tingkat Provinsi serta mengirimkan Nakes Teladan Tingkat Provinsi kepada Menkes cq. Panitia Pemberian Penghargaan Nakes Teladan Tingkat Nasional.

Komponen penilaian terdiri dari kriteria umum dan kinerja. Kriteria umum meliputi berakhklak dan berbudi pekerti baik, tidak sedang dalam kasus pidana/perdata dan penyalahgunaan Napza, berjasa terhadap masyarakat di wilayah kerjanya baik langsung maupun tidak langsung dan lulus seleksi yang dilakukan Tim Penilai.

Sedang komponen kinerja yang dinilai adalah Nakes sebagai penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, sebagai tenaga pemberdayaan masyarakat, sebagai pemberi pelayanan kesehatan strata pertama, sebagai pegawai Puskesmas (tanggung jawab, ketaatan, kejujuran, kerja sama, prakarsa dan kepemimpinan), sebagai Nakes profesional (keikutsertaan dalam bidang keilmuan, hubungan dengan pasien dan keluarga miskin, hubungan dengan rekan kerja), sebagai anggota masyarakat (kepribadian, peran serta dalam masyarakat, berperan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, berperan dalam pembinaan generasi muda dan berperan dalam organisasi kemasyarakatan). Untuk memilih Nakes Teladan Puskesmas, panitia telah menentukan bobot penilaian dengan rentang skor 61 – 100. Skor penilaian 91 – 100 (amat baik), 76 – 90 (baik), dan 61 – 75 (cukup).

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-5223002 dan 52960661, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: