7 telur per minggu, risiko kematian…….


Promkes………..
Para ahli di USA meneliti, lelaki yang mengonsumsi tujuh butir telur per minggu bisa mendongkrak risiko kematiannya.
Meski secara keseluruhan telur tergolong menu sehat, hasil penelitian tim dari Rumah Sakit Wanita Brigham dan Harvard Medical School, Amerika Serikat, yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa mengkonsumsi telur hingga tujuh butir atau lebih bisa membuka peluang kematian pada pria penderita diabetes.
Dr Luc Djousse dan Dr J Michael Gaziano, para peneliti itu, mengatakan enam butir telur yang dikonsumsi pria tanpa penyakit diabetes dalam seminggu tidak akan meningkatkan risiko kematian. Bila jumlahnya mencapai tujuh butir atau lebih dalam seminggu, dapat mendongkrak risiko kematian hingga 23 persen dalam kurun 20 tahun. “Sedangkan pada pria penyandang diabetes, risikonya meningkat dua kali lipat,” tutur keduanya.

Tim melakukan studi terhadap 21.327 laki-laki berusia 40-86 tahun yang bersedia secara rutin melaporkan kebiasaan hidup mereka setiap hari, termasuk mengkonsumsi telur. Penelitian dimulai pada 1981 dan berlangsung selama 20 tahun. Hasilnya, dari seluruh responden, 1.550 orang terkena serangan jantung, 1.342 terkena stroke, dan lebih dari 5.000 lainnya meninggal. Penyebabnya bermacam-macam, tapi dugaan paling kuat akibat serangan jantung dan stroke. “Telur mengandung kolesterol tinggi dan bisa menyebabkan penyumbatan pada pembuluh arteri,” kata tim peneliti.
Setiap satu butir telur memang mengandung kuning telur yang memiliki 250-300 miligram kolesterol. Memang benar bahwa makanan berkolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh arteri serta meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Karena itu, orang yang berisiko terpapar penyakit jantung hanya diperbolehkan mengkonsumsi 100 mg kolesterol per hari. Di sisi lain, telur merupakan sumber mineral, asam folat, vitamin D, A, dan B-2, serta iodine plus lemak tak jenuh tunggal yang semuanya berpotensi menurunkan risiko sejumlah penyakit.
Karena itu, Donald McNamara, Direktur Eksekutif Egg Nutrition Center di Washington, menyatakan hal lain. Ia menyebutkan, dari sejumlah studi, kita dengan mudah bisa menemukan bahwa asupan telur setiap hari tergolong menu sehat dan tidak mengubah risiko penyakit jantung pada umumnya. Begitu pula pada pasien diabetes. Selain itu, telur mengandung nutrisi penting, seperti protein berkualitas tinggi dan kolin. “Yang perlu dilakukan adalah menerapkan menu seimbang,” ujarnya. Ia pun masih mempertanyakan temuan yang mengaitkan telur dengan pasien diabetes dan kematian ini serta meminta riset lebih dalam.
Dr Robert Eckel, dosen di Universitas Colorado, mempunyai pendapat tak jauh berbeda. Dia menyebutkan, seperti makanan lain, telur memiliki sisi baik dan buruk, tapi tetap dapat menjadi bagian dari menu sehat untuk pasien jantung. Ia menyarankan, bila Anda menghindari kolesterol, bisa memisahkan kuning telur dan tidak mengkonsumsinya. Sementara itu, Lona Sandon, ahli nutrisi klinis dari University of Texas Southwestern Medical Center, Dallas, menyatakan, bila tubuh Anda memiliki kadar kolesterol LDL tinggi, sebaiknya asupan kuning telur per minggu tidak lebih dari dua butir.
Sandon menyebutkan, telur tetap diperlukan karena putih telur merupakan protein standar emas. “Ada kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan pembentukan otot,” ujarnya. Dari situs Health Yeating Club ditemukan bahwa mengkonsumsi telur memang dapat menaikkan kadar kolesterol, tapi bergantung pada berbagai faktor, di antaranya bahan makanan lain yang menemani sajian telur serta kondisi tiap orang.
• Dirangkum Koran Tempo dari MSNBC, Daily Mail, HealthDayNews, HealthYeatingClub

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: